Berita dan Informasi Terpercaya dari Lampung

WC Sekolah Pagu Rp145 Juta di Pringsewu Belum Dimanfaatkan, Kepsek Akui Belum Serah Terima

Pringsewu, Proyeksi Lampung – Fasilitas WC di UPT SDN 2 Tulungagung, Kabupaten Pringsewu, yang dibangun menggunakan anggaran Tahun 2025 dengan nilai pagu Rp145 juta, hingga awal 2026 belum dapat dimanfaatkan oleh siswa.


Kepala UPT SDN 2 Tulungagung, Sunyoto, mengatakan hingga saat ini pihak sekolah belum melakukan serah terima pekerjaan dari pelaksana. Akibatnya, fasilitas tersebut belum digunakan.


“Belum ada serah terima. WC itu juga belum bisa dimanfaatkan karena airnya belum mengalir,” kata Sunyoto saat ditemui di sekolah, Selasa (13/01/2026).


Sunyoto menjelaskan, pihak sekolah tidak dilibatkan dalam proses perencanaan teknis maupun penganggaran pembangunan WC tersebut. Menurutnya, sekolah hanya menyampaikan usulan kebutuhan sarana prasarana.
“Kami tidak dilibatkan dalam perencanaan. Dari sekolah hanya mengusulkan kebutuhan, seperti lab komputer, ruang guru, dan WC. Yang direalisasikan hanya WC,” ujarnya.


Saat ditanya mengenai kewajaran besaran anggaran pembangunan WC yang mencapai Rp145 juta, Sunyoto mengaku tidak mengetahui detailnya dan tidak memiliki pembanding.
“Kalau soal anggarannya wajar atau tidak, saya tidak tahu. Saya belum pernah bikin rumah,” ucapnya.


Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan WC telah berdiri namun tampak belum digunakan. Air tidak mengalir dan kondisi fasilitas belum berfungsi sebagaimana mestinya.


Kondisi serupa juga ditemukan di SDN 1 Kediri, yang masih berada dalam satu satuan kerja (satker) Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu. Salah satu guru di sekolah tersebut menyebutkan bahwa hingga kini belum ada serah terima pekerjaan WC.
“Setahu saya belum ada serah terima, jadi WC itu juga belum digunakan,” kata guru tersebut.


Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), pembangunan WC di sejumlah sekolah dasar tersebut dijadwalkan selesai pada Tahun Anggaran 2025. Namun hingga tahun anggaran berakhir, fasilitas yang dibangun belum dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait progres pekerjaan, proses serah terima, maupun kendala belum berfungsinya fasilitas WC di sejumlah sekolah dasar tersebut.(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *